PESHAWAR - Sebuah serangan jarak jauh pada pesawat komersial di barat laut Pakistan meninggalkan satu orang tewas dan dua pramugari terluka setelah pria bersenjata melepaskan tembakan saat pesawat mendarat.
Serangan di kota Peshawar ini menjadi yang ketiga terjadi di bandara utama dalam dua minggu terakhir. Serangan ini datang setelah pemerintah melancarkan operasi militer terhadap tempat persembunyian Taliban di Waziristan Utara, sebuah suku yang berbatasan dengan Afghanistan dan telah lama menjadi hub bagi kelompok-kelompok militan.
Melansir Guardian, Rabu (25/6/2014), para pejabat mengatakan pesawat Pakistan International Airlines (PIA) dari Riyadh diberondong oleh setidaknya 10 peluru di atas landasan pacu bandara internasional Bacha Khan di Peshawar, sebuah kota yang telah intensif menerima kekerasan pemberontak selama bertahun-tahun.
Tiga dari hampir 200 orang di dalamnya pun terkena sasaran. Namun demikian, sang kapten luput dari serangan tersebut. Salah satu penumpang wanita tewas akibat tembakan di kepala. Pejabat PIA, Mohammad Kifayatullah Khan, mengatakan jika putri wanita itu sedang duduk di sampingnya pada saat serangan itu.
"Ketika saya masuk ke dalam pesawat, aku melihat perempuan itu tergeletak di kursi dan putrinya yang berusia sembilan tahun menangis sembari berkata 'Ibuku sudah meninggal, ibu saya sudah mati'," kata Khan.
"Semua penumpang panik. Beberapa dari mereka ingin keluar secepatnya karena mereka takut api di dalam pesawat."
Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, meskipun pasukan Taliban Pakistan telah bersumpah ada serangan balasan setelah peluncuran operasi Waziristan Utara.