WASHINGTON - Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak Malaysia Airlines maupun pemerintah Malaysia terkait penyebab jatuhnya Boeing 777 di Ukraina, dugaan pesawat dengan nomor penerbangan MH17 itu ditembak jatuh dibenarkan pihak Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Malaysia, Hishammuddin Hussein, menyatakan bahwa pihak militer Malaysia sendiri belum bisa mengonfirmasi bahwa MH17 jatuh karena tembakan roket anti-udara, seperti yang santer disebutkan beberapa pihak lain.
Akan tetapi seperti dinukil ManilaTimes, Jumat (18/7/2014), dari laporan agen senior intelijen AS yang tak diungkap identitasnya, justru membenarkan bahwa MH17 jatuh karena ditembak roket anti-udara yang berbasis di darat.
Sementara Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, menuntut siapapun pihak pelaku yang menyebabkan MH17 jatuh dan memakan 295 korban jiwa itu bisa ditemukan dan diseret dan dituntut pertanggungjawabannya.
“Tak ada sebutir batu pun yang akan tersisa (untuk para pelaku). Jika tindakan pelaku itu benar adanya menembak jatuh (pesawat), kami menuntut para pelaku itu di seret ke muka pengadilan,” ujarnya, sebagaimana dilansir NBCNews.
Kesedihan dan doa kami bersama para keluarga dan kerabat apra korban yang ada dalam penerbangan tersebut. Terlepas dari perbedaan warga negara, kita semua bersatu dalam duka,” tutupnya.
(M Budi Santosa)