Hasil Penyadapan Telepon Libatkan Nama Staf Putin dalam Kasus MH17

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 15 November 2019 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 15 18 2130199 hasil-penyadapan-telepon-libatkan-nama-staf-putin-dalam-kasus-mh17-MsKmWpMUPS.jpg Foto: Reuters.

AMSTERDAM - Investigasi internasional terhadap ditembak jatuhnya penerbangan Malaysia Airlines MH17 pada 2014 merilis serangkaian penyadapan telepon pada Kamis. Salah satu rekaman penyadapan itu menunjukkan percakapan antara ajudan utama Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemberontak pro-Rusia yang dituduh sebagai pelaku dalam insiden yang menewaskan 298 orang itu.

Menurut Tim Ivestigasi Gabungan (JIT), percakapan telepon antara pejabat di Moskow dan pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur sebagian besar terjadi melalui saluran telepon aman yang disediakan oleh dinas keamanan Rusia, dan semakin intensif menjelang jatuhnya MH17 di paruh pertama Juli 2014.

BACA JUGA: 3 Pria Rusia dan Seorang Warga Ukraina Jadi Tersangka Penembakan Pesawat MH17

"Indikasi hubungan dekat antara para pemimpin DPR (Republik Rakyat Donetsk) dan pejabat pemerintah Rusia menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan keterlibatan mereka dalam penyebaran (rudal), yang menjatuhkan penerbangan MH17 pada 17 Juli 2014," kata JIT sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (15/11/2019).

MH17 ditembakkan dari langit pada 17 Juli 2014, di atas wilayah yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia di Ukraina timur saat terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Semua 298 penumpangnya tewas.

Puing-puing pesawat Malaysian Airlines MH17. (Reuters)

Tim Investigasi yang dipimpin Belanda mengatakan penyadapan menunjukkan dua pemimpin Republik Rakyat Donetsk (DPR), yang didakwa dengan pembunuhan pada Juni, telah melakukan kontak dengan Vladislav Surkov, seorang staf senior Putin, dan Sergey Aksyonov, pemimpin yang ditunjuk Kremlin di Krimea.

Pemerintah Rusia, yang telah membantah terlibat dalam penembakan pesawat tersebut, pada Kamis mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memverifikasi keaslian hasil penyadapan itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan dalam sebuah briefing di Moskow bahwa penyadapan itu mengikuti gelombang "berita palsu" tentang kasus MH17 dan harus ditanggapi dengan skeptis.

Kremlin dan Surkov tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tim investigasi memublikasikan penyadapan panggilan telepon itu di situs webnya dan meminta saksi untuk maju.

Dalam sebuah percakapan pada 3 Juli 2014, jaksa penuntut mengatakan Surkov mengindikasikan bala bantuan akan datang dari Rusia: "Pada Sabtu mereka sudah berangkat ke selatan untuk siap tempur."

Ada seruan antara pasukan pemberontak dan pihak berwenang di Moskow "setiap hari untuk membahas masalah administrasi, keuangan dan militer di DPR". JIT merilis serangkaian nomor telepon, meminta saksi untuk membantu mengidentifikasi penelepon.

BACA JUGA: Putin: Penyelidikan MH17 Tak Buktikan Adanya Keterlibatan Rusia

Para penyelidik sebelumnya menemukan bahwa rudal yang menghantam pesawat itu berasal dari pangkalan militer Kursk Rusia, tidak jauh dari perbatasan Ukraina. Pada Juni, JIT mendakwa tiga warga Rusia dan seorang warga Ukraina dengan 298 pembunuhan. Keempat tersangka akan diadili secara in absentia di pengadilan Belanda pada 9 Maret 2020.

Pemberontak dan Moskow membantah terlibat dalam jatuhnya MH17. Rusia juga membantah tuduhan Barat bahwa mereka mengirim pasukan darat, senjata, dan dana ke pemberontak di Ukraina timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini