Share

Putin: Penyelidikan MH17 Tak Buktikan Adanya Keterlibatan Rusia

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 21 Juni 2019 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 18 2069209 putin-penyelidikan-mh17-tak-buktikan-adanya-keterlibatan-rusia-eLsQVR0grP.jpg Foto: Reuters.

MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Kamis mengatakan bahwa komunitas internasional telah gagal memberikan bukti yang menyatakan Moskow berada di belakang penembakan pesawat Malaysia Airline MH17 yang menewaskan 298 orang.

“Apa yang kami lihat sebagai bukti kesalahan Rusia sama sekali tidak cocok untuk kami. Kami percaya bahwa tidak ada bukti di sana,” kata Putin kepada wartawan sebagaimana dilansir AFP, Jumat (21/6/2019).

Pada hari Rabu, penyelidik internasional mendakwa tiga warga Rusia dan seorang warga Ukraina atas jatuhnya MH17. Mereka menjadi orang-orang pertama yang akan diadili atas insiden yang terjadi di Ukraina timur pada Juli 2014 itu.

BACA JUGA: 3 Pria Rusia dan Seorang Warga Ukraina Jadi Tersangka Penembakan Pesawat MH17

Para penyelidik tidak menyebut keterlibatan komandan Rusia atau Kremlin dalam jatuhnya MH17, tetapi mereka merilis apa yang mereka yakini sebagai penyadapan percakapan antara ajudan Putin, Vladislav Surkov dan pemimpin senior separatis Ukraina, Alexander Borodai, pada 11 Juli 2014.

Dalam percakapan telepon yang disadap itu, Borodai terdengar meminta bantuan militer dari Rusia.

Surkov terdengar menjawab bahwa ia telah berbicara dengan "kawan-kawan paling senior - tidak bisa lebih senior dari itu - yang bertanggung jawab atas seluruh kisah militer ini" dan bahwa mereka mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan.

Pada Kamis, Putin kembali menuding otoritas Ukraina sebagai pihak yang bertanggungjawab atas musibah itu.

“Siapa yang mengizinkan penerbangan di atas zona militer? Apakah itu Rusia? Bukan. Di mana jet-jet tempurnya? ”Putin bertanya kepada wartawan, berbicara setelah percakapan telepon tahunannya.

“Ada banyak pertanyaan di sana. Tetapi mereka tidak dijawab. Mereka hanya memilih sekali dan untuk semua dan memilih pihak yang bersalah. Pendekatan penyelidikan semacam itu tidak cocok untuk kami.”

BACA JUGA: PM Malaysia Sebut Hasil Penyelidikan Pesawat MH17 Konyol dan Berunsur Politik

Ukraina dan Barat menuduh kelompok separatis menggunakan rudal darat-ke-udara Buk yang disuplai oleh Moskow untuk menembak jatuh MH17.

Rusia membantah klaim itu dan menyatakan bahwa pesawat Boeing tersebut mungkin dihantam oleh rudal Ukraina.

Pengadilan keempat pria yang telah didakwa itu akan dimulai di Belanda pada Maret tahun depan, meskipun mereka kemungkinan akan diadili secara in absentia karena baik Rusia maupun Ukraina tidak mengekstradisi warga negara mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini