Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Tuduhan Ijazah Palsu, Ini Pernyataan Lengkapnya!

Ary Wahyu Wibowo , Jurnalis-Kamis, 12 Maret 2026 |21:38 WIB
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Tuduhan Ijazah Palsu, Ini Pernyataan Lengkapnya!
Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi soal Tuduhan Ijazah Palsu/Okezone
A
A
A

SOLO - Ahli forensik digital Rismon Sianipar menyambangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis ( 12/3/2026) petang. Kedatangan salah satu tersangka kasus fitnah ijazah palsu tersebut, didampingi kuasa hukumnya, Jahmada Girsang.

Pantauan Okezone, Rismon datang ke kediaman Jokowi di Gang Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo sekitar pukul 17.10 WIB.

Rismon datang dengan naik mobil Toyota Fortuner warna hitam. Kedatangan Rismon diterima langsung oleh Jokowi di dalam rumah. Setelah hampir satu jam melakukan pertemuan, Rismon bersama kuasa hukumnya keluar dari rumah Jokowi.

"Seperti apa yang menjadi klarifikasi saya dalam 1-2 hari ini, bahwa dalam 2 bulan terakhir saya melanjutkan penelitian saya," kata Rismon Sianipar.

Rismon menyebut dirinya mengkaji ulang dan mempelajari kembali semua metodologi-metodologi yang ia tulis secara independen. Dia mengemukakan bahwa metodologi itu ditulis sekitar 480-an halaman dari 700 halaman lebih di buku Jokowi's White Paper.

"Nah, karena buku tersebut adalah tulisan yang independen, artinya tulisan kami antara Pak Roy (Roy Suryo) dan Bu Tifa tidak ada saling kebergantungan, tidak ada saling keterkaitan karena ditulis secara terpisah, baik secara geografi maupun analisa," ucapnya.

Namun terkait dengan itu, Rismin mengaku tetap melanjutkan penelitiannya. Sedangkan apa yang dilakukan Roy Suryo dan dokter Tifa dirinya tidak tahu dengan alasan objek kajiannya berbeda.

Berdasarkan penelitian lanjutan yang ia lakukan, Rismon menyebut ada temuan-temuan baru yang juga berdasarkan penelitian, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akademik.

"Bukan dengan narasi suka atau tidak, suka dihina atau tidak, dicaci maki atau tidak. Ini murni bisa dipertanggungjawabkan," tuturnya.

 

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement