GIB: Hindari Orang Terindikasi Korup di Kabinet Mendatang

Arief Setyadi , Jurnalis
Minggu 17 Agustus 2014 21:26 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
Share :

JAKARTA - Memasuki usia ke-69 kemerdekaan Indonesia, korupsi masih menjadi musuh utama bangsa ini. Pemerintah periode mendatang pun memiliki pekerjaan rumah untuk mengikis praktek yang telah menyengsarakan ratusan juta rakyat di negeri yang kaya raya ini.  
 
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi mengatakan, memang tidak mudah bagi presiden terpilih nanti untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian dan hilangnya nilai kejujuran di masyarakat. Apalagi dalam menentukan kriteria siapa sosok yang tepat untuk duduk di kabinetnya.
 
"Kecakapan teknis saja tidak cukup. Harus juga memiliki leadership, integritas dan keberpihakan kepada rakyat yang jelas," katanya kepada Okezone, Minggu (17/8/2014).
 
Menurut Adhie, rekam jejak tidak cukup untuk menjadi alasan terlebih memberi jaminan bisa melaksanakan kewajibannya dengan amanah. Ia pun menarik contoh sosok mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini dan sejumlah tokoh berlatar aktivis dan akademisi, setelah mendapat kekuasaan jadi korup, dan kini jadi pesakitan KPK.
 
Mantan juru bicara Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur ini berharap siapapun yang terpilih menjadi presiden periode mendatang harus bisa menempatkan orang-orang yang amanah di pemerintahannya tanpa merujuk dari partai politik atau bukan, karena itu tidak menjadi jaminan.
 
"Kalau yang punya latarbelakang korup atau terindikasi korup, ya harus dihindari sejak dini. Sebab yang latarbelakangnya akedemis dan jujur seperti Rudy Rubiandini atau Andi Mallarangeng (mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga) saja bisa terlibat korupsi," pungkasnya.

(Misbahol Munir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya