BOGOR- Rumah milik Ketua Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Muslim Penyelamat Aqidah (Gempa), Supendi, dirusak warga Kampung Setu, Desa Cibadak, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Massa mengamuk karena Supendi menganiaya dua warga.
Kejadian bermula saat Iis (35) dan Rahmat (21), melihat Novel (18), anak Supendi yang bersikap tidak sopan di lingkungan Kampung Setu, sekira pukul 20.00 WIB, kemarin.
Iis yang merupakan Ketua Pemuda setempat menegur Novel, namun tak digubris. Iis dan Rahmat berniat memberitahu kelakuan Novel kepada Supendi.
Namun, saat di rumah Supendi sempat terjadi kesalahpahaman di antara mereka. Suasana memanas, Supendi langsung menganiaya Iis dan Rahmat.
"Korban dianiaya oleh Supendi. Iis mengalami luka bacok sedangkan Rahmat mengalami luka memar," kata Kapolres Bogor, AKBP Sonny Mulvianto saat dihubungi, Sabtu (23/8/2014).
Atas penganiayaan tersebut, lanjutnya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Medika, Dramaga.
Mendengar kabar penganiayaan tersebut, warga Kampung Setu langsung mendatangi rumah Supendi sekira pukul 22.00 WIB. Mereka melempari atap dan kaca rumah Supendi. Saat itu, Supendi, anak dan istrinya sudah tidak ada di rumah.
"Hingga saat ini kami masih mencari keberadaan Supendi untuk dimintai keterangan," tandas Sonny.
Saat ini, aparat dari Polsek Ciampea dan Koramil Ciampea masih menjaga keamanan di dua kampung tersebut. Dikhawatirkan, terjadi aksi keributan susulan.
(Tri Kurniawan)