GRESIK - Proses evakuasi jasad seorang anak buah kapal (ABK) dari dalam KM Pertama 1 yang tenggelam usai menabrak KM Crane Prima Perkasa di alur pelayaran barat Surabaya pada Rabu pekan lalu, berlangsung alot.
Tim SAR melibatkan sejumlah tukang las untuk membelah dinding kapal, karena tak ada celah untuk mengevakuasi korban keluar dari kapal. “Upaya pengelasan bawah air untuk mengevakuasi ABK belum membuahkan hasil,” ujar Kasat Polair Polres Gresik, AKP Arisandi di lokasi.
Menurutnya, pemotongan dinding kapal merupakan upaya satu-satunya untuk dapat mengevakuasi korban. Pasalnya, pintu kamar di dalam kapal tempat korban berada sudah tidak bisa dibuka karena terhimpit ke dasar laut.
Namun dia optimis, hari ini proses evakuasi akan membuahkan hasil. Tim masih melakukan pengelasan membelah badan kapal. Dia juga belum bisa memastikan identitas ABK, karena jasad hanya bisa dilihat dari celah jendela kamar dengan lobang yang cukup sempit.
Seperti diberitakan, kecelakaan terjadi saat KM Pertama 1 yang sedang berlabuh di Pelabuhan PT Wilmar Nabati, terseret arus hingga sejauh dua mil. Lalu, kapal pengangkut pupuk itu menabrak KM Crane Prima Prakasa yang sedang bersandar di alur pelayaran barat Surabaya.
Kecelakaan itu menyebabkan KM Pertama 1 Tenggelam. Sebanyak 12 orang yang ada di dalam KM Pertama berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya hilang. Keduanya yakni Frans Rotin Sulu (61) kepala kamar mesin dan Andreko (24) juru mudi. Namun hingga kini, tim SAR belum menemukan keberadaan seorang lagi ABK yang hilang.
(Risna Nur Rahayu)