TEHRAN – Iran salah satu negara yang menentang koalisi anti kelompok militan ISIS yang dibuat Amerika Serikat (AS). Presiden Iran Hassan Rouhani menganggap koalisi itu merupakan hal konyol.
Seperti diketahui, setidaknya ada 40 negara yang diperkirakan bergabung dengan koalisi buatan Presiden AS Barack Obama itu. Mereka menyuplai kelompok ini dengan senjata dan tempat latihan. Namun, Iran dari awal menolak koalisi ini.
“Apakah orang Amerika takut menjadi korban di Irak? Apakah mereka takut tentara mereka terbunuh dalam pertarungan yang mereka klaim sebagai teroris itu?” kata Rouhani, kepada NBC, Kamis (18/9/2014).
"Jika mereka ingin menggunakan pesawat dan ingin memakai pesawat tak berawak sehingga tidak ada orang dari Amerika yang terluka, apakah sangat mungkin melawan teroris tanpa kesulitan, tanpa pengorbanan? Apakah ada tujuan besar tanpa melakukan itu? Dalam semua masalah regional dan internasional, yang menang adalah orang yang bersedia untuk berkorban,” lanjutnya.
Rouhani juga mempertanyakan kebijakan Obama, yang menyerang ISIS lewat udara dalam beberapa kondisi dan situasi tertentu.
“Namun, serangan udara seharusnya mendapatkan persetujuan dari negara dan pemerintahan bersangkutan,” tegasnya. (hmr)
(Rani Hardjanti)