BOGOR - Kasus video perkosaan siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di Bogor rupanya sudah diketahui pihak sekolah. Untuk itu, pihak sekolah berencana akan turut andil menangani kasus tersebut.
Korban berinisial NM (15) masih terdaftar sebagai siswi di salah satu SMP negeri di Kabupaten Bogor. Pihak kepala sekolah, Agus Nanan mengatakan dirinya merasa sedih atas tersebarnya video perkosaan yang menimpa siswinya.
"Sedih mah pasti, gitu juga anak didik kita yang menjadi korban," katanya kepada wartawan, Rabu (8/10/2014).
Lanjutnya untuk mengatasi masalah ini, ia berencana akan mendatangkan ahli psikolog untuk memeriksa psikologis siswinya yang menjadi korban video mesum tersebut. Karena setelah kejadian ini kondisi psikologis siswinya pasti akan terguncang.
Sehingga ia berinisiatif untuk memberikan bantuan psikologis agar siswinya bisa kembali bersekolah. Sebab, kata dia, usai video perkosaannya ramai dibiciarakan di lingkungan sekolah, korban tidak masuk sekolah selama tiga hari.
"Rencannya akan mendatangkan ahli psikolog, untuk menghilangkan rasa trauma NN, agar dapat kembali kesekolah," tambahnya.
Salah seorang guru NN, Ceceng Slamet juga turut merasa sedih atas kejadian yang menimpa siswinya. Dirinya pun belum mengetahui langsung kronologis kejadian tersebut hingga tersebaranya adegan video mesum ke lingkungan sekolah.
"Dia (NN) dikenal sebagai murid yang pendiam. Saya juga belum tahu bagaimana video tersebut bisa beredar di sekolah," tuturnya.
Ia baru mengetahui kasus video siswinya saat curiga atas obrolan di kalangan siswa yang membicarakan kasus video perkosaan siswinya. "Awalnya salah satu murid yang punya video, eh langsung kesebar ke teman-teman lainnya. Tapi sekarang sudah pada dihapus," tandasnya.
Sebelumnya, sebuah video perkosaan siswi SMP berinisial NN (15) menyebar di kalangan warga Bogor, khususnya kecamatan Tamansari. Pelak perkosaan sekaligus penyebar video, Empang Supandi (22) yang merupakan seorang buruh berhasil ditangkap dan sudah meringkuk di sel tahanan Polres Bogor.
(Rizka Diputra)