JAKARTA – Pertemuan singkat antara Presiden terpilih Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dianggap tak akan mengubah situasi politik antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di parlemen.
Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio mengatakan, pertemuan singkat yang berlangsung hanya 15 menit tersebut tentu mempunyai tujuan berbeda, ketika Jokowi saat bertemu dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB).
“Jokowi punya tujuan yang berbeda ketika bertemu dengan ARB (Ketua Umum Golkar), yakni agar partai Golkar masuk ke dalam kabinetnya. Sementara dengan Prabowo, Jokowi bertujuan agar tercipta iklim yang sejuk antara kedua kubu pendukung yang selama pilpres selalu panas bak musim kemarau,” kata Agung kepada Okezone, Sabtu (18/10/2014).
Meski pertemuan tersebut terbilang harmonis, sambung Agung, namun hal tersebut tak akan merubah keadaan antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat di parlemen.
“Silaturahmi Jokowi hanya menghasilkan penurunan tensi politik, karena tidak ada tawaran dari Jokowi tentang Indonesia yang anti liberal. Sehingga, silaturahmi tadi tetap menegaskan dominasi masing-masing kubu, yaitu, KIH di eksekutif dan KMP di legislatif,” tutupnya.(fid)
(Dede Suryana)