Menurutnya, dalam wawancara tersebut, Hendropriyono hanya menyatakan pertanggungjawabannya terhadap pembunuhan aktivis HAM, Munir. Selain itu, Hendro pun mengungkapkan peran CIA yang turut mendanai BIN dalam setiap operasi yang berhubungan dengan masyarakat sipil.
"Dia (Hendro) bilang bahwa dia menyuruh semua dukomen-dokumen rahasia yang ada di BIN, Polri dan di CIA Amerika, yang terkait dengan tiga kasus ini (Munir, Talangsari dan Timor Timur 1999) itu harus diumumkan," kata Allan.
Sebelumnya, Allan Nairn dalam blognya, menyebutkan bahwa mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono bertanggungjawab terhadap kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. Dalam wawancara ekslusifnya, Hendro mengatakan, peristiwa di Talangsari Lampung adalah tindakan bunuh diri massal.
Padahal, dalam kasus tersebut sangat jelas peran Hendropriyono dalam menghabisi warga Talangsari. Ratusan warga terbunuh dalam peristiwa tersebut.
(Rizka Diputra)