JAKARTA - Tuntutan buruh di Jakarta yang menginginkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dinaikkan sebesar UMP Bekasi, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) gusar.
Ahok menyuruh para buruh yang merasa UMP nya lebih rendah ketimbang UMP buruh di Bekasi untuk mengais rejeki di Bekasi.
"Dia (buruh) bilang Bekasi lebih tinggi, lebih mahal UMP nya, ya pindah ke Bekasi saja kalau gitu. Enggak usah ada di Jakarta," ucap Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2014).
Ahok menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sampai saat ini sudah memperjuangkan kenaikan UMP buruh. Namun, bila permintaan buruh itu banyak yang mengada-ngada dan dirasa tidak wajar, dengan tegas ia akan menolak.
"Kita sudah perjuangkan, tapi kalau dia (buruh) minta kenaikan upah buat nonton, ya saya marah dong ini konyol," jelas Ahok.
Suami Veronica Tan itu juga menjelaskan, sampai saat ini buruh belum setuju dengan penetapan kenaikan UMP di DKI Jakarta sebesar Rp2,7 juta. Buruh tetap meminta UMP sebesar Rp3,3 juta.
"Masa dia (buruh) minta Rp3,3 juta lalu dirumus-rumusin, ya enggak bisa dong, kita pake rumus yang sama," tegasnya.
UMP buruh Bekasi diketahui mencapai angka Rp2,9 juta. Ahok menekankan kenaikan UMP DKI Jakarta sudah ditetapkan sebesar Rp2,7 juta, ini berarti perbandingan UMP di dua kota besar ini selisih Rp200 ribu.
"Kita tetapkan RP2,7 juta, kalau dalam rumusnya itu dapat sekira Rp2,693 juta, dibulatkan menjadi Rp2,7 juta lah," pungkasnya. (sna)
(Susi Fatimah)