Kisah Balok "Tjipetir" di Sukabumi yang Mendunia

Wildan Topan, Jurnalis
Rabu 03 Desember 2014 10:57 WIB
Pabrik Cipetir peninggalan Belanda di Sukabumi (Wildan Topan/Sindo TV)
Share :

“Gutta percha sendiri diproduksi untuk memenuhi kebutuahan isolasi kabel bawah laut (telegraf), bola golf, keperluan medis pengganti organ tubuh, perawatan gigi dan pembuatan gigi palsu, serta untuk bahan ban,” ujar Kepala Administratur PTPN VIII Sukamaju, Budhi Herdiana Tresnadi.

Banyak keanehan dan keajaiban dalam pabrik tersebut, di mana daun gutta percha diolah menggunakan batu granit berukuran besar yang didatangkan dari Itali. Konon, batu tersebut tak diangkut kendaraan tapi oleh manusia menggunakan kekuatan magic. Alasannya, batu seberat itu tak mungkin bisa diangkut dari laut menuju kawasan Tjipetir, karena masa itu belum ada kendaraan berat.

Tjipetir merupakan satu-satunya pabrik pengolah gutta percha di dunia. Pasalnya, pohon gutta percha sulit tumbuh di tempat lain. Di samping itu, alat produksi cukup langka dan tidak pernah ditemukan di negara lain.

“Mungkin saat menjajah, Belanda berpikir akan selamanya di Indonesia sehingga mereka membuat pabrik gutta percha di kawasan Cipetir dan menjadi satu-satunya di dunia yang tersisa,” pungkasnya.

Lantas bagaimana balok-balok Tjipiter bisa ditemukan di pantai-pantai Inggris dan Eropa, BBC memberitakan balok tersebut merupakan manifest kapal Jepang Miyazaki Maru yang tenggelam setelah dibom pada 1917 di Kepulauan Scilly antara Inggris dan Prancis.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya