SEMARANG - Aliran Kepercayaan Sapta Darma menjadi perbincangan setelah Daodah, salah seorang pengikutnya di Kabupaten Brebes, meninggal dunia namun jenazahnya ditolak warga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.
Jenazah Daodah sempat telantar selama 12 jam sebelum akhirnya dikebumikan di pekarangan rumahnya di Desa Siandong RT 01 RW 04 Kecamatan Larangan, Brebes.
Tetua Yayasan Sapta Darma, Charlim, menjelaskan, ajaran Sapta Darma lahir di Kediri pada 1952 oleh Harjo Sabdoyo. Charlim menyatakan Sapta Darma secara harfiah berarti tujuh perbuatan baik.
"Sapta Darma itu kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa," kata Charlim saat dihubungi Okezone, Rabu (10/12/2014).