JAKARTA - Berbagai kendala dan tantangan dalam operasi pencarian korban pesawat AirAsia QZ 8501 begitu banyak. Namun, hal tersebut tak menyurutkan langkah Tim SAR untuk melakukan pencarian.
Kepala Basarnas Marsdya TNI FHB Soelistyo, mengatakan, tantangan tersebut adalah jika korban yang mengapung di permukaan air dalam waktu tertentu, maka jenazah tersebut akan kembali tengelam.
"Semakin lama korban yang mengapung akan berkurang," ucapnya di Kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu 4 Januari 2015.
Selanjutnya, jika jenazah korban sudah tenggelam maka di prediksi juga sulit untuk dikenali. "Kedua korban tidak sesuai dengan semula," ungkapnya.