Alasannya, lanjut Tantowi, seorang wakil rakyat akan berhadapan langsung dengan persepsi dari masyarakat. Belum lagi gaji yang mereka terima berasal dari rakyat.
"Karena persepsi publik bisa tidak enak. Masih digaji APBN tapi masih ngobyek (mencari pekerjaan lain)," tandasnya.
(Rizka Diputra)