BANDUNG - Provinsi Jawa Timur masuk dalam zona rawan bencana pergerakan tanah tertinggi di Indonesia. Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) memetakan, dari 38 kabupaten kota di provinsi itu, 26 di antaranya rentan terhadap gerakan tanah PVMBG di Februari 2015. Berikut penyebarannya:
1. Ngawi
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Kendal bagian barat daya, Sine, Ngawi, Jati, Padas bagian barat laut, Geneng bagian utara, Karanganyar, Kendungan, Kebonsari, Paron, Kasreman, Gerih, Kedungalar, Pitu, Ngrambe, Mantingan, Widoraden, Jogorogo, Palang, Plumpang bagian utara, Montong, Kenorejo.
Potensi gerakan tanah menengah: Karangjati, Kwadungan, Pangkur.
2. Bojonegoro
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Trucuk, Malo, Purwosari, Tambakrejo, Ngambon, Margomulyo, Bubulan, Temayang, Sugihwaras.
Potensi gerakan tanah menengah: Ngraho, Baureno, Kepohbaru, Sumberejo, Kapas, Dander, Ngasem, Kasiman, Kradenan.
3. Magetan
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Poncol, Panekan, Plaosan, Magetan, Parang.
Potensi gerakan tanah menengah: Sukomoro, Karangrejo, Karangmojo, Bendo, Kawedanan, dan Laweyan
4. Madiun
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Karee, Gemarang, Mejayan, Wungu, Saradan, Wonosari, Madiun, Dagangan, Dolopo.
Potensi gerakan tanah menengah: Geger.
5. Nganjuk
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Ngluyu, Rejoso, Loceret bagian selatan, Berbek, Ngetos, Pace, Sawahan.
Potensi gerakan tanah menengah: Lengkong, Jatikalen, Patianrowo, Gondang, Baron, Wilangan, Bagor.
6. Ponorogo
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Ngrayun, Sawoo, Sampung, Sambit, Slahung, Mlarak, Bungkal, Badegan, Jenangan bagan timur, Siman, Sooko, Pulung, Ngebel, Jambon, Balong.
Potensi gerakan tanah menengah: Sukorejo, Kauman.
7. Pacitan
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Nawangan, Bandar, Arjosari, Tegalombo, Tulakan, Ngadirojo, Punung, Donorejo, Kebonagung, Sudimoro, Pacitan, dan Pringkuku.
8. Trenggalek
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Bendungan, Trenggalek, Tugu, Pogalan, Durenan, Karangan, Gandusari, Pule, Panggul, Dongko, Kampak, Watulimo, dan Munjungan.
9. Kediri
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Kandangan, Kepung, Puncu, Ngancar.
Potensi gerakan tanah menengah: Pare, Plosoklaten, Palemahan, Kunjang.
10. Tulungagung
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Pagerwojo, Sendang, Tanggung Gunung, Gondang, Bandung, Boyolangu, Sumbergempol, Campur Darat, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Besuki, Puncaklaban, Rejotangan.
Potensi gerakan tanah menengah: Ngunut.
11. Blitar
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Bakung, Binangun, Wlingi, Doko, Solorejo, Kesamben, Wates, Wonotirto, Kademangan, Sutojayan, Nglegak, Garum, Gandusari, Ponggok, Panggungrejo.
12. Malang
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Wajak, Sumbermanjing, Kasembon, Kepung, Wonosari, Pujon, Poncokusumo, Bumiaji, Bantur, Karangploso, Ngajum, Singosari, Lawang, Dau, Wagir, Kromengan, Pakisaji bagian barat laut, Dampit, Tumpang, Pagak, Ampelgading, Gedangan, Tirtoyudo, Kalipare, Jabung, Tutur, Tureng, Tosari, Donomulyo.
Potensi gerakan tanah menengah: Kedungkandang, Tajinan.
13. Lumajang
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Senduro, Pasirian, Pronojiwo, Gucialit, Candipuro, Tempursari, Ranuyoso, Kedungjajang bagian barat, Randuagung, Klakah.
Potensi gerakan tanah menengah: Tempeh bagian utara, Sukodono.
14. Probolinggo
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Sukapura, Pakuniran, Lumbang, Maron, Banyuanyar, Tegalsiwalan, Wonomerto, Kotaanyar, Sumber, Tiris, Gading, Paiton bagian timur, Krucil, Bantaran, Tongas, Kuripan.
Potensi gerakan tanah menengah: Besuk, Krejengan, Leces.
15. Jember
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Sumberbaru, Puger bagian tenggara, Wuluhan, Mayang, Ambulu, Janggawah, Tanggul, Bangsalsari, Rambipuji, Arjasa, Panti, Sukorambi, Ledokombo, Silo, Wuluhan, Sumberjambe, Sukowono, Kalisat, Tempurejo, Mumbulsari, Pakusari, Patrang, Kaliwates, Ajung, Gumukmas, Balung.
16. Situbondo
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Situbondo, Panarukan, Bungatan, Suboh, Sumbermalang, Besuki, Banyuglugur, Jatibanteng, Panji, Mlandingan, Banyuputih, Arjasa, Kendit.
Potensi gerakan tanah menengah: Kapongan, Jangkar, Asembagus.
17. Bondowoso
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Maesan, Sukosari, Pakem, Tegalampel, Tapen, Curahdami, Cermee, Prajekan, Tlogosari, Wonosari, Grujugan, Klabang, Pujer, Wingin.
Potensi gerakan tanah menengah: Binakal, Sempol, Tenggarang, Sumberwaringin
18. Banyuwangi
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Wongsorejo, Pesanggrahan, Giri, Kabat, Glenmore, Kalibaru, Kalipiro.
Potensi gerakan tanah menengah: Glagah, Sanggon, Bangunrejo bagian utara, Genteng.
19. Jombang
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Wonosalam, Mojowarno, Mojoagung.
Potensi gerakan tanah menengah: Ngoro, Jombang, Diwek, Gudo, Perak, Bandar Kedungmulyo, Jogoroto.
20. Mojokerto
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Jatirejo, Gondang, Ngoro, Trawas, Pacet.
Potensi gerakan tanah menengah: Trowulan, Puri, Dlanggu, Kutorejo, Pungging, Mojosari, Bangsal, Mojokerto Timur.
21. Sampang
Potensi gerakan tanah menengah: Banyuates, Robatal, Sokobanah, Ketapang.
22. Bangkalan
Potensi gerakan tanah menengah: Tanjungbumi, Kokop bagian utara, Sepuluh bagian timur.
23. Pamekasan
Potensi gerakan tanah menengah: Pasean, Batumarmar, Panlengan, Kadur, Waru, Pengantenan.
24. Sumenep
Potensi gerakan tanah menengah: Batang-batang, Rubaru, Ganding, Pragaan, Lenteng, Bluto, Saronggi, Sumenep bagian timur, Gapura bagian utara, Pasongsongan, Guluk-guluk, Ambuten, Dasuk, Batuputih.
25. Pasuruan
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Purwosari, Purwodadi, Prigen, Tutur, Gempol, Tosari, Puspo, Nguling, Grati, Pasrepah, Lumbang.
Potensi gerakan tanah menengah: Kejayang, Wonorejo, Beji, Bangil, Pandaan, Rembang, Winongan, Gondang Wetan, Rejoso, Bugulkidil, Kraton, Pohjemtrek, Purworejo, Gadingrejo.
26. Tuban
Potensi gerakan tanah menengah-tinggi: Kerek, Regel, Soko, Parengan.
Potensi gerakan tanah menengah: Bancar, Jatirogo, Kenduruan, Senori, Tambakboyo, Jenu, Merakurak, Bangilan, Singgahan, Montong. (Bersambung)
(Risna Nur Rahayu)