WASHINGTON – Pidato Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tentang Nuklir Iran di depan Kongres Amerika Serikat (AS) mendapatkan tepuk tangan dari seluruh anggota. Namun bukan berarti Israel mampu mengubah kebijakan Luar Negeri AS terhadap Iran.
“Dia datang ke Kongres, ia berpidato, namun tidak bisa menaklukan AS,”ujar mantan Duta Besar AS untuk Israel, Daniel Kurtzer, seperti dilansir Reuters, Kamis( 5/3/2015).
Setelah pidato PM Netanyahu, Pempin Partai Republik di Senat, Mitch McConnell, mengatakan pihaknya akan menggelar pemungutan suara untuk menolak semua perjanjian damai dengan Iran.
Namun, pihak Partai Demokrat akan menjegal rencana Partai Republik tersebut. Demokrat bahkan akan menggunakan kekuasaan Presiden Obama untuk memveto usulan Republik.
“Tidak ada alasan bagi Presiden Obama untuk memveto rencana Republik tersebut,”ujar Senator Partai Demokrat, Robert Menendez.
Saat ini Partai Republik menguasai 54 dari 100 kursi di Senat AS. Partai Republik mengecam kebijakan Presiden Obama yang dinilai terlalu lunak terhadap Iran.
(Muhammad Saifullah )