Kumpeni, Pionir Perusahaan Multinasional dan Praktik Korupsi

Randy Wirayudha, Jurnalis
Jum'at 20 Maret 2015 06:03 WIB
Vereenigde Oost-Indische Compagnie - VOC (Foto: Wikipedia)
Share :

Berbeda dengan Spanyol dan Portugal (Portugis), Inggris dan Belanda menjelajah Afrika dan Asia dengan mempercayakan pada pihak swasta.

Tapi berbeda dengan EIC, VOC meski swasta diberi sejumlah keistimewaan oleh pemerintah Belanda, di antaranya diperbolehkan punya tentara sendiri, diperbolehkan melakukan perjanjian dengan negara lain hingga bisa disebut VOC adalah negara dalam negara.

Bedanya lagi dengan EIC, VOC tak hanya punya satu kantor dagang. Pasalnya, rute yang mereka jelajahi tak hanya sampai ke nusantara (Indonesia), tapi juga Amerika Selatan – Suriname dan Curaçao.

Seiring masa jaya, VOC pun bisa membuka pos-pos dagang lainnya seperti di Persia (sekarang Iran), Bengala (Bangladesh), Malaka (Malaysia), Siam (Thailand), Kanton dan Formosa (Taiwan). Ada yang sedikit unik dari cara Belanda untuk survei jalur dan melakukan kontak pertama ke nusantara sebelumnya, pada 1596.

Di masa abad 16 itu, armada Spanyol dan Portugis masih terbilang terlalu kuat jika ingin dikonfrontir. Maka, Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman tak melewati rute normal yang biasa dilalui kapal-kapal Portugis, melainkan membuka "rute rahasia" dan mendarat di Banten.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya