Lee menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa induk di Singapura, sedangkan China sebagai bahasa kedua Singapura. Dia ingin membentuk pola pikir Inggris di warga Singapura. Dia menekankan pentingnya pengetahuan dalam transformasi ekonomi tetapi juga menolak pemisahan klasik antara beasiswa dan kewirausahaan.
7. Mendorong Warganya Menerima Imigran
Lee menerima warga imigran dan meminta kepada masyarakat Singapura untuk membantu mereka beradaptasi di lingkungannya.
(Hendra Mujiraharja)