SEMARANG - Pendiri Singapura, Lee Kuan Yew dalam memori The Singapore Singapore Story-Memoirs of Lee Kuan Yew, mengungkapkan nenek moyangnya adalah warga Semarang, Jawa Tengah. Kiranya betul demikian, namun kini rumah leluhur Lee Kuan Yew sudah berubah menjadi tempat penyimpanan dan pengepakan mie bihun di Semarang.
Rumah itu sejatinya pernah ditempati kakek Lee Kuan Yew, Lee Hoon Leong yang berusia 26 tahun saat menikahi Ko Lien Nio yang berusia 16 tahun, sekira tahun 1899. Tepatnya, pada 1903 lahir ayah dari Lee Kuan Yew, Lee Chin Koon.
Lee Hoon Leong dan Ko Lien Nio akhirnya pindah ke Singapura dengan membawa serta Lee Chin Koon yang masih bayi. Setelah ditinggal pergi, rumah leluhur Lee Kuan Yew di Semarang dijadikan apotek Noe Ma. Bekas bangunan apotek itu berada di Jalan Pemuda No 57 A, Semarang.
Kini, jejak-jejak apotek Noe Ma sudah tak berbekas lagi. Di tanah yang pernah disebut-sebut dihuni leluhur Lee Kuan Yew saat ini berdiri sebuah bangunan yang menjadi gudang penyimpanan dan pengepakan mie bihun milik Royal Body Care.
"Sekarang sudah menjadi gudang untuk penyimpanan dan pengepakan mie bihun," kata seorang karyawan Royal Body Care, Haryanto kepada Okezone di Semarang, Jawa Tengah, Senin (30/3/2015).
Haryanto mengaku, tidak tahu tempat di mana dia bekerja tersebut yang dahulu adalah apotik Neo Ma dan bekas tempat tinggal leluhur Lee Kuan Yew.