"Kan masuk koran enggak mesti tiap hari. Mungkin nanti bisa tiap Jumat Kliwon puasa bicaranya. Tapi susah kayaknya. Karena sering diliput media, jadi candu buat dia," ujar Selamat.
Terkait permasalahan bir, Selamat menganggap pernyataan Ahok meresahkan dan keluar dari konteks yang dimaksudkan. Pada dasarnya, Kemendagri tidak pernah mempermasalahkan perihal kepemilikan saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta. Menurut dia, Kemendagri hanya mempertanyakan kenapa Pemprov masih menggenjot pemasukan dari penjualan bir.
Sementara, dari peraturan yang dikeluarkan Menteri Perdagangan adalah membatasi lokasi peredaran minuman tersebut.
"Ada regulasi yang mengatur agar peredaran bir diatur. Ya sudah, seharusnya dijalankan. Kenapa malah merembetnya ke 'minum bir enggak apa-apa, enggak bikin mabok kok. Alkohol di bir cuma lima persen'. Tidak boleh dia berbicara seperti itu! Ini kan menyangkut masalah keyakinan orang," kata Selamat.
(Susi Fatimah)