BG Jadi Wakapolri, Gerindra: Elektabilitas Jokowi Merosot

Achmad Fardiansyah , Jurnalis
Rabu 22 April 2015 18:17 WIB
BG Jadi Wakapolri, Gerindra: Elektabilitas Jokowi Merosot
Share :

JAKARTAPelantikan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai Wakapolri akan berdampak pada merosotnya elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi, BG diduga akan meloncati Kapolri Jenderal Badrodin Haiti karena memiliki akses politik langsung ke PDIP selaku partai pendukung pemerintah.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, turunnya elektabilitas Jokowi lantaran Komjen BG dinilai memiliki kedekatan dengan PDIP.

"Kita tidak tahu reaksi masyarakat apa (atas pelantikan BG sebagai Wakapolri). Pasti reaksinya cenderung mempercepat penurunan elektabilitas Jokowi," kata Ferry dalam diskusi bertajuk ‘Satu Semester Pemerintahan Jokowi-JK, Adakah Masa Depan itu?’, di Jakarta, Rabu (22/4/2015).

Ia menuturkan, turunnya elektabilitas Jokowi dimulai ketika BG dicalonkan sebagai Kapolri beberapa waktu lalu. Saat itulah respons masyarakat semakin mengerti adanya kedekatan BG dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Pelantikan BG sebagai Wakapolri memang ranah internal Polri melalui Wanjakti, tapi masyarakat tidak bisa dianggap sebagai entitas yang tidak mengerti. Sekarang mereka sangat paham," ungkapnya.

Menurutnya, jika BG menjadi Wakapolri tentunya akan berat bagi Kapolri Badrodin Haiti karena BG memiliki akses langsung ke Megawati.

"Secara internal, kalau saya boleh menanggapi sebagai orang di luar kepolisian, maka akan berat bagi Pak Badrodin Haiti (Kapolri) memiliki wakil yang punya akses langsung ke partai politik pendukung pemerintah. Dan, ini juga bakal menjadi dilema bagi Jokowi," tegasnya.

Akan tetapi, duet antara Badrodin Haiti dan BG dapat mengubah citra Polri yang lebih baik, sehingga dengan sendirinya bisa meningkatkan lagi kepercayaan masyarakat.

"Kita harap duet antara keduanya tidak memunculkan masalah, karena masyarakat tahu kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Ada kecenderungan masyarakat punya cara untuk menghukum sesuatu yang dianggap tidak benar," tutupnya.

(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya