WNI Gabung ISIS Berpotensi Kembangkan Radikalisme di Indonesia

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Senin 27 April 2015 22:26 WIB
Foto: ilustrasi Okezone
Share :

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) memprediksi ada kurang lebih 600 warga negara Indonesia (WNI) yang sudah berangkat dan bergabung dengan kelompok radikal, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Mereka bahkan membawa serta keluarga ke negara konflik.

"Mereka suatu saat akan menjadi kader-kader yang terlatih dan terdidik. Bahayanya, jika suatu saat mereka pulang dengan jiwa militansi yang tinggi, mereka akan kembangkan ISIS di Tanah Air," terang Kadispenad, Brigjen TNI Wuryanto saat menghadiri diskusi 'Menangkal Radikalisasi Melalui Media Maya' di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2015).

Kata dia, TNI AD akan melakukan pembinaan teritorial untuk menjadikan ruang demografi Indonesia bebas radikalisme melalui bintara pembina desa (Babinsa).

"Babinsa melakukan pencegahan terhadap upaya rekruitmen dan dakwah untuk mendirikan ISIS di Indonesia. Prajurit juga harus mampu menjadi kader-kader yang menjelaskan kepada masyarakat tentang bahaya ISIS," tandasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya