Kerusuhan Baltimore "Pindah" ke Israel

Jihad Dwidyasa , Jurnalis
Senin 04 Mei 2015 14:09 WIB
Warga Israel protes tindakan rasis pihak kepolisian (Foto: Haaretz)
Share :

TEL AVIV – Ribuan orang dilaporkan memenuhi jalan-jalan di ibu kota Tel Aviv untuk berunjuk rasa menyuarakan aksi protes terhadap pihak Kepolisian Israel yang diduga melakukan diskriminasi terhadap umat Yahudi keturunan Ethiopia.

Menurut seorang demonstran, jalan-jalan di Israel harus serupa dengan yang ada di Kota Baltimore, Amerika Serikat (AS), saat kerusuhan seperti itu terjadi.

“Seluruh jalan di Israel harus terlihat seperti saat terjadi kerusuhan di Kota Baltimore. Hal itu perlu dilakukan supaya Pemerintah Israel sadar atas tindakan diskriminasi oleh pihak kepolisian. Kerusuhan Baltimore harus pindah ke Israel,” tegas seorang demonstran bernama Gadi Yevarkan, sebagaimana dikutip Sputnik, Senin (4/5/2015).

Kerusuhan itu bermula beredarnya video yang menunjukkan kekerasan yang diduga dilakukan oleh seorang polisi. Dalam video tersebut, polisi Israel melakukan kekerasan kepada seorang umat Yahudi berkulit hitam.

Akibat aksi protes para demonstran, pihak Kepolisian Israel melakukan antisipasi dengan melepaskan tembakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkannya. Namun, para demonstran membalas dengan melemparkan batu, botol, dan papan ke para petugas.

Saat ini, warga Israel keturunan Ethiopia berjumlah 135.500 dari total 8 juta penduduk Israel. Mereka mengeluhkan sering mendapat perlakuan diskriminasi dari Pemerintah Israel dalam berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya