Salah seorang buruh bernama Fatimah mengatakan senang menumpangi kendaraan odong-odong yang biasa ditumpangi untuk hiburan namun pada saat ini digunakan untuk demo.
"Asyik menumpangi odong-odong. Kalau kita naik angkot kan panas di dalamnya, tapi kalau di odong-odong kan banyak anginnya," ujar Fatimah.
Sementara itu, dalam unjuk rasa tersebut orator aksi menyatakan Dinas Tenaga Kerja Sumut tidak melakukan pengawasan terhadap perusahaan yang melanggar aturan dan perundang-undangan.
"Buruh kontrak merajalela tanpa mengacu kepada undang-undang. Banyak masalah buruh, terlebih himpitan ekonomi dari mahalnya biaya hidup," ujar salah seorang orator, Lambok.
(Muhammad Sabarudin Rachmat (Okezone))