Adik-Adik Sultan ke Makam Leluhur Sikapi Sabda Raja

Prabowo, Jurnalis
Senin 04 Mei 2015 18:56 WIB
Share :

YOGYAKARTA - Keluarnya Sabda Raja oleh Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendapat reaksi keras dari adik-adiknya. Mereka tidak sepakat dengan keputusan Sultan HB X dalam sabda raja tersebut. Pasalnya, lima poin dari sabda raja itu dianggap mengubah tatanan yang ada di Kraton Yogyakarta.

Empat adik Sultan HB X bersama rombongan kerabatnya melakukan ziarah ke makam leluhurnya mengenakan pakaian adat Jawa (kain sorjan serta blangkon). Ke-empat adik Sultan HB X itu mulai dari GBPH Yudhaningrat, GBPH Prabukusumo, GBPH Cakraningrat, dan GBPH Cakrodiningrat. Sementara rombongan lain kebanyakan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung.

Mereka melakukan ziarah ke makam leluhur yang ada di Kotagede, Kota Yogyakarta. Ziarah di makam Ki Ageng Pemanahan itu sebagai wujud permintaan maaf atas kekhilafan Raja Kraton Yogyakarta Sultan HB X. Mereka juga akan melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Giring.

"Itu (Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Giring) disebut dalam sabda raja, kami sowan melakukan ziarah ini untuk meminta maaf pada leluhur," ucap Gusti Prabu, sapaan akrab GBPH Prabukusumo pada wartawan, Senin (4/5/2015).

Ziarah di makam tersebut tidak bisa sembarangan. Hanya orang yang mengenakan baju peranakan yang diperbolehkan masuk oleh penjaga makam. Hal itu dilakukan sebagai wujud melestarikan budaya luhur yang selama ini terjaga.

Di makam itu, dijaga oleh dua kelompok abdi dalem, yakni dari Kraton Surakarta (Solo) dan Kraton Yogyakarta. Lokasi makam itu merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan mataram islam pada erah HB I.

Gusti Prabu menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan Raja Kraton Yogyakarta yang sudah mengeluarkan sabda raja. Dia berharap pada Sultan HB X yang tak lain adalah kakaknya supaya sadar akan kekhilafannya. "Kami mohon maaf karena Ngarso Dalem (sebutan Sultan HB X) mengubah nama paten," ujar Ketua KONI DIY itu.

Gusti Prabu khawatir kelembagaan Kraton Yogyakarta yang bisa terpecah belah di internal sendiri. Dia berharap pada Sultan HB X untuk menerima kenyataan yang ada (tidak memiliki putra laki-laki sebagai penerus). "Kami berharap Ngarso Dalem legowo," ujarnya.

Sementara adik-adik Sultan HB X lainnya mengaku prihatin atas sikap Raja Kraton. Sayangnya, mereka engan memberi statement pada media supaya permasalah internal di Kraton Yogyakarta ini tidak meruncing.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya