Sebelumnya, Isarel dilanda kerusuhan besar. Kerusuhan ini dipicu oleh umat Yahudi keturunan Ethiopia yang menilai Pemerintah Israel telah melakukan diskriminasi. Pihak Kepolisian Isarel pun melepaskan tembakan gas air mata dan water canon untuk membubarkan demonstan.
Presiden Israel, Reuven Rivlin mengatakan, Pemerintah Israel membuat kesalahan dengan mengabaikan isu populasi Ethiopia di negara itu.
“Merupakan sebuah luka dari sebuah komunitas yang sedang menangis karena mengalami diskriminasi dan rasial. Kami harus menghadapi permasalahan ini secara langsung,” ujar Presiden Rivlin.
Saat ini, warga Israel keturunan Ethiopia berjumlah 135.500 dari 8 juta jiwa penduduk warga Israel. Mereka mengeluhkan sering diperlakukan diskriminasi dari Pemerintah Israel dalam berbagai hal seperti pendidikan, kesehatan, dan jaminan sosial.
(Muhammad Saifullah )