”Tadi pagi saya dengan kepala desa sudah langsung mendatangi Samsi dan memperingatkan agar menghentikan aktivitas pembangunan. Saat itu, Samsi menyanggupinya,” terang Camat Melaya I Putu Eka Suartama dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Warga yang mengetahui aksi samsi dan kelompoknya tersulut emosi akhirnya merobohkan tiga unit rumah dan satu bangunan belum jadi milik Samsi hingga rata dengan tanah.
"Saya tidak tahu apa-apa pak. Saya disini hanya ngontrak. Saya kaget tiba-tiba banyak warga datang mengamuk,” ujar Kartini (40), warga asal Jember yang mengaku baru empat bulan mengontrak rumah Samsi.
Menurutnya, warga datang ada yang membawa kayu, linggis, palu dan benda lainnya. Namun karena khawatir dengan keselamatan dirinya, dia kemudian lari ke pasar tidak jauh dari rumahnya. Kejadian itu mendapat pengamanan ketat puluhan aparat kepolisian dari Polsek Melaya dan Polres Jembrana yang dipimpin Waka Polres Jembrana Kompol Anak Agung Rai Laba.
Untuk mengantisipasi kerusuhan lebih luas, Waka Polres Jembrana bersama Camat Melaya dan Kepala Desa Tukadaya langsung memediasi warga yang bentrok di kantor desa setempat. Hingga pukul 21.00 wita mediasi melibatkan pihak bertikai masih berlangsung.
(Arief Setyadi )