BULELENG - Dua organisasi masyarakat (Ormas) besar di Bali, yakni Baladika dan Laskar Bali mengamuk hingga merusak baliho di Desa Kayuputih, Buleleng, Bali.
Kapolsek Banjar AKP Anak Agung Ketut Gede Sena mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 5 Mei 2016. Ia menjelaskan, awal mula terjadinya pengrusakan baliho tersebut dikarenakan masalah peribadi Joni dan Slamet.
Joni merupakan anggota ormas Baladika sedangkan Slamet dari Laskar Bali. Kedua orang ini terlibat masalah peribadi hingga berujung pada aksi pengrusakan baliho salah satu ormas tersebut.
"Jadi ada masalah pribadi antara Joni dan Slamet. Ada kesalahpahaman di antara keduanya, kemudian karena tidak ada jalan keluar masalah tersebut mereka mencari Joni tapi tidak ketemu akhirnya mereka merusak baliho itu," ujar Anak Agung ketika dikonfirmasi Okezone, Jumat (6/5/2016).
Sebelum terjadinya bentrok dua ormas ini, menurutnya, Joni dan Slamet sempat saling ejek lewat pesan singkat. "Jadi mereka saling ejek lewat SMS, nah si Slamet ini marah dan minta rekannya cari Joni, karena tidak ditemukan akhirnya merusak baliho itu," terang dia.
Anak Agung mengungkapkan, bahwa saat ini kedua ormas tersebut telah didamaikan oleh anggota kepolisian dan tak akan melakukan aksi saling serang lagi. Hingga kini pihak kepolisian masih memeriksa beberapa saksi yang menjadi provokator terjadinya bentrokan tersebut.
"Mereka sepakat untuk berdamai dan tidak melakukan aksi bentrok lagi," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.