Saat digeledah oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan polisi, kondisi rumah pasangan asal Jawa Timur itu sangat berantakan.
"Di kamarnya ada pusaka seperti tombak, keris. Pas kita masuk juga rumahnya seperti kapal pecah," jelas Sugeng kepada Okezone, di lokasi, Jumat (15/5/2015).
Sugeng menambahkan, kedua pelaku awalnya beralasan ingin anak lelaki mereka satu-satunya tidak manja. Karena itu, mereka sengaja menelantarkan AD (8) agar tidak mengganggu empat saudara perempuannya. "Alasan dia waktu itu biar ananda AD tidak nakal dan manja, jadi ditelantarin begitu," imbuhnya.
Namun setelah melihat adanya benda-benda tersebut, muncul kecurigaan bahwa warga yang tinggal di rumah blok E8 nomor 37 itu melakukan ritual-ritual khusus. Kendati demikian, warga tidak berani untuk melihat ritual yang dilakukan pasutri tersebut.