YERUSALEM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel sedang menghadapi kampanye hitam internasional yang menjelek-jelekkan nama negaranya. Menurut dia, kampanye hitam tersebut bermaksud membatalkan pengakuan eksistensi Israel terlepas apa pun kebijakan yang diambilnya.
"Kita berada dalam perjuangan menghadapi kampanye hitam dari dunia internasional yang bermaksud menjelek-jelekkan nama Israel. Hal ini tidak berhubungan dengan tindakan kita. Ini berhubungan dengan eksistensi kita. Mereka tidak peduli dengan apa yang kita kerjakan, mereka peduli pada apa yang kita lambangkan dan siapa kita," kata Netanyahu, seperti dilansir CBS, Senin (1/6/2015).
Netanyahu mengatakan, boikot yang dilakukan Palestina serupa dengan serangan yang dialami orang Yahudi di masa lalu.
"Fenomena ini telah kita ketahui dalam sejarah masyarakat kita. Apa yang belum pernah mereka katakan mengenai orang Yahudi? Mereka bilang kalau kita adalah penyebab seluruh kejahatan di dunia ini. Mereka kembali membicarakan hal-hal itu kepada kita hari ini. Pernyataan mereka bahkan tidak memiliki secuil kebenaran," tegasnya.
(Pamela Sarnia)