NUNUKAN – Dalam kunjungannya ke tapal batas wilayah Republik Indonesia (RI) dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdjiatno ingin segera membahas penyelesaian garis batas RI dengan Malaysia.
Namun penyelesaian yang diharapkan segera terjadi oleh pihak RI, seolah masih terganjal kesediaan negara jiran tersebut. Jalur diplomatik terus dilancarkan via koordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan pemerintah Malaysia.
Hingga kini, setidaknya masih ada lima titik perbatasan yang masih jadi permasalahan di Kalimantan Utara, terutama di Perairan Ambalat, Pulau Sebatik dan Pulau Kayu Mati.
"Masalah pembahasan batas negara antara RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan, mesti menunggu kesediaan Malaysia dulu. Kalau dia (Malaysia) belum siap, kita tidak bisa paksakan juga," papar Menteri Tedjo di Nunukan.