Suwarti (77), saat ditemui Solopos.com, mengatakan batu tersebut diletakkan suaminya yang meninggal dunia tiga tahun lalu itu sejak 35 tahun silam.
Suwarti menceritakan batu tersebut berasal dari batu proyek pembuatan jalan Sukoharjo-Tawangsari. Tak satu pun para pekerja proyek yang dapat memecahkan dan memindahkannya.
Sehingga batu itu digeletakkan begitu saja di tepi jalan. Pramono yang kala itu mengetahui informasi tersebut meminta izin membawa pulang batu itu.
Didoakan Dulu
Anehnya, setelah dia berdoa di dekat batu, para pekerja proyek dapat mengangkatnya ke becak.