Share

Belasan Kambing di Karanganyar Mati Dibantai, Penyebab Masih Misterius

Agregasi Solopos, · Jum'at 23 November 2018 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 23 512 1981672 belasan-kambing-di-karanganyar-mati-dibantai-penyebab-masih-misterius-kBanojd3Ji.JPG Belasan kambing mati misterius (Foto: Dok. Solopos)

KARANGANYAR - Tragedi mengenaskan terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), pada Rabu 21 November 2018 malam. Sebanyak 18 ekor kambing di desa tersebut tewas dengan luka yang tampak seperti bekas terkaman hewan buas.

Video evakuasi 18 ekor kambing tersebut pun menyebar luas di media sosial, termasuk di akun Instagram @ics_infocegatansolo, Kamis 22 November 2018. Berdasarkan keterangan yang disampaikan pengelola akun Instagram tersebut, ada warga yang sempat melihat harimau keluar masuk kandang sebelum menemukan 18 kambing tak bernyawa.

"Kejadian diketahui oleh 2 orang warga yang melihat ada seekor harimau yang keluar masuk ke kandang warga, kemudian setelah dicek ternyata semua kambing di kandang mati dengan bekas terkaman," tulisnya, seperti dikutip dari Solopos, Jumat (23/11/2018).

Kambing Dibantai

Tragedi pembantaian kambing ini lantas mengundang komentar warganet yang ramai melontarkan beragam pendapatnya. Di antara sejumlah pendapat itu, ada yang menduga kambing tersebut mati tak wajar dan hanya disedot darahnya, bukan dimakan oleh pemangsanya.

"Menurutku itu bukan harimau. Jika benar harimau kenapa tidak dimakan kambingnya? Itu hanya disedot darahnya lalu ditinggal," tulis pengguna akun Instagram @raka_hsf.

"Masak jika macan tidak dimakan tapi cuma digigit lehernya," timpal pengguna akun @arif_aziz_affandi.

Namun terlepas dari beragam pendapat itu, peristiwa ini masih menyisakan misteri. Kabar matinya 18 kambing itu justru membuat sebagian netizen cemas. Mereka khawatir jika pemangsa 18 ekor kambing itu juga mengganggu warga. Demi keselematan, kini warga bersama aparat Polsek Jatiyoso, Koramil Jatiyoso, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan ronda malam.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini