China: Pembangunan Reklamasi Tanah Hampir Rampung

Hendra Mujiraharja, Jurnalis
Selasa 16 Juni 2015 13:46 WIB
Kepulauan Spratly yang sedang disengketakan. (Foto: Reuters)
Share :

BEIJING – Pemerintah China tidak peduli terhadap tekanan dari Amerika Serikat (AS) terkait konflik di Laut China Selatan. Negeri Tirai Bambu itu hampir merampungkan pembangunan reklamasi tanah di Kepulauan Spratly.

Pengumuman itu tentu membuat panas telinga Pemerintah Filipina dan AS. Keduanya merupakan pihak yang sangat menentang kegiatan reklamasi tanah China di Kepulauan Spratly, yang sedang diperebutkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Negeri Tirai Bambu memang mengambil sikap tegas mengenai wilayah Laut China Selatan.

Pemerintah AS percaya, pekerjaan reklamasi tanah dilakukan China untuk mengklaim sejumlah wilayah di Laut China Selatan. Hal ini tentu dapat membatasi pergerakan kapal dan pesawat di wilayah itu.

"China segera menyelesaikan proyek reklamasi sebagai bagian dari pembangunan Laut China Selatan di bagian Kepulauan Nansha (Kepulauan Spratly),” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China, diberitakan Reuters, Selasa (16/6/2015).

Kemlu menegaskan kembali sikap China, pembangunan di wilayah tersebut dimaksudkan untuk membantu kegiatan seperti pencarian dan penyelamatan maritim, bantuan bencana, perlindungan lingkungan dan keamanan navigasi, serta tujuan militer.

Setelah reklamasi tanah selesai, China akan membangun sejumlah fasilitas di wilayah tersebut. Hal ini dilakukan untuk mememuhi fungsi yang relevan di wilayah perebutkan itu.

Sebagaimana diketahui, sejumlah negara memang memperebutkan wilayah di Laut China Selatan tersebut. Mereka adalah China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei. Kemlu China mengatakan pembangunan dilakukan sesuai dengan kedaulatan mereka.

“Pembangunan ini adil, wajar dan sah. Ini tidak tidak mempengaruhi dan membidik negara lain dan tidak mempengaruhi kebebasan navigasi dan penerbangan di wilayah Laut China Selatan,” demikian pernyataan Kemlu China.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya