KAYUAGUNG - Karena takut ditembak mati Jajaran Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Qulub (30) salah satu dari lima pelaku perampokan bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) jurusan Palembang-Tulung Selapan, nekat menembak bahunya sendiri.
Aksi ini dilakukannya karena takut diberikan tindakan tegas oleh polisi saat digerebek di rumahnya Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI. Saat ini tersangka dirawat di Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang.
"Tersangka beberapa kali kita gerebek di rumahnya, tetapi dia selalu lolos, pada hari Selasa 17 Juni yang lalu tersangka kembali kita gerebek di rumahnya tetapi dia kabur. Saat kita temukan ternyata tersangka sudah tergeletak dengan luka tembak di bahunya, dia mengaku telah menembak tubuhnya sendiri karena takut ditangkap," kata Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain melalui Kasatreskrim AKP Dikri Olfandi.
Menurut Dikri, tersangka langsung dilarikan ke RSMH karena keadaanya kritis. "Tersangka belum sempat dimintai keterangan, sekarang masih dirawat di Palembang, sehingga kita belum tau siapa-siapa empat teman tersangka yang diajak melakukan perampokan terhadap Bus AKDP Tulung Selapan, sampai menembak kepala sang sopir hingga tewas dan melukai satu penumpang itu," jelasnya.
Selama ini tersangka bersembunyi di kebun yang berada di Bukit Batu, tetapi sesekali pulang ke rumah. "Saat mengetahui polisi datang untuk menangkapnya, tersangka selalu berhasil kabur, selain terlibat kasus 365 (perampokan) terhadap bus AKDP, tersangka juga terlibat penganiayaan terhadap warga Desa Rambai Pangkalan Lampam pada 2014 lalu," timpal Kasat.
Sementara menurut Kapolsek Pampangan AKP Akagani, tersangka Qulub, memang pernah dilaporkan oleh warga Desa Rambai, karena kasus penganiayaan. "Kita hanya memproses kasus penganiaannya saja. Sementara kasus perampokan terhadap Bus AKDP diambil alih oleh Polres OKI," tukasnya.