Serangan terjadi di bulan suci Ramadan. Ini merupakan waktu yang sensitif di Xinjiang. Berbagai insiden memang terjadi dalam tiga tahun terakhir. Insiden itu menewaskan ratusan orang. Pemerintah China pun menyalahkan kelompok militan.
Sejumlah media berusaha menghubungi Kantor Pemerintah Xinjiang, namun tidak ada jawaban. Insiden seperti ini sering diberitakan sejumlah media, tapi baru dikonfirmasi Pemerintah China beberapa hari kemudian.
Kelompok Muslim Uighur dan aktivis hak asasi manusia mengatakan kebijakan di Xinjiang, termasuk mengontrol umat Islam dan kebudayaan Uighur, menjadi pemicu kerusuhan itu. Meski demikian, Pemerintah China membantah klaim tersebut.
(Hendra Mujiraharja)