JAKARTA - Kanit Reskrim Polsek Cempaka Putih, Iptu Bambang, mengatakan, aksi AS sebagai mualaf palsu murni tindakan kriminal karena ingin mendapatkan uang.
"Ini murni penipuan. Dia bertujuan mendapatkan uang saja," katanya kepada Okezone, di Mapolsek Cempaka Putih, Rabu (24/6/2015).
Bambang menerangkan, aksi pria asal Sumatera Utara itu diketahui sudah dilakukan berkali-kali dalam mengelabui jamaah di beberapa masjid besar.
"Masjid-masjid besar yang jadi incarannya. Terbukti dari pengakuannya di Masjid Raya Pondok Indah, Masjid Markas Marinir Cilandak, masjid di Bendungan Hilir, dan terakhir Masjid Jami Yarsi," tuturnya.
Guna melancarkan aksinya, AS melakukan observasi terlebih dahulu sebelum menentukan masjid yang akan dijadikan mangsa. "Jadi dia melakukan 'penyelidikan' dulu masjid mana yang berpotensi (mendapatkan uang banyak)," bebernya.
Setelah ditentukan masjidnya, AS langsung mendatangi kantor pengelola masjid dan menyampaikan bahwa dirinya tertarik memeluk agama Islam.