“Rencananya, Pak Dedi akan dimakamkan berdampingan dengan makam ibunya,” cetus Syamsul.
Semasa hidup, Dedi menjabat sebagai Bupati Cirebon selama dua periode sejak 2003 hingga 2013. Dalam sebuah obrolannya dengan Koran SINDO saat tengah menjabat bupati, Dedi mengakui dirinya bukanlah berasal dari keluarga berada.
Dibesarkan dengan perjuangan seorang ibu tunggal, Dedi berusaha keras memperbaiki hidupnya. Dalam perjalanan karirnya sebelum menjadi bupati, dia pernah menjadi tenaga penyuluh lapangan di Bandung, sebelum kemudian menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Selanjutnya, dia berturut-turut meniti karir kepegawaiannya yang dimulai sebagai Kepala Sub Tata Usaha pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kepala Seksi Monitoring dan Laporan, maupun Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon.
Sebelum menjabat Bupati Cirebon pertama kalinya pada 2003, Dedi pun sempat ‘mencicipi’ kursi Wakil Bupati Cirebon bersama Bupati Cirebon kala itu, Sutisna. Dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai kendaraan politiknya, Dedi mulus menjadi Bupati Cirebon selama dua periode.
(Risna Nur Rahayu)