Sawah Petani Margacinta Retak-Retak

, Jurnalis
Jum'at 03 Juli 2015 13:31 WIB
Ilustrasi. (dok.Okezone)
Share :

CIAMIS - Mamat Rahmat (65), petani Blok Kedung Laban Kampung Belengbeng, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Varat, kesulitan mendapatkan air karena musim kemarau.

Ia mengatakan, sudah dua bulan sawah di daerahnya retak-retak karena minim pasokan air. Jika kekeriingan berlanjut, petani pun tak bisa menjamin padinya akan kuat sampai musim panen datang.

"Kalau tahun lalu hasilnya jelek. Tahun ini enggak tahu, masih teka-teki. Ongkos bertani pun jelas bertambah, selain tambahan pupuk, bensin untuk pompa juga kan pakai uang. Misalnya 100 bata saja (setara dengan 1400 meter) butuh tiga liter bensin seharinya untuk pompa (mengalirkan air)," ucapnya.

Kondisi kekeringan tersebut, kata Mamat, terpantau sejak sepuluh tahun terakhir. Ia tidak tahu penyebabnya, namun seingatnya, sekira pada1990, kondisi air untuk sawah di daerahnya masih bagus.

Bahkan, tanpa pupuk pun hasil pertanian bisa dibilang baik. "Tahun 1995 mulai pakai pupuk. Kalau ke sininya setiap tahun juga pasti ada kekeringan," ucapnya.

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya