TKI Asal Sampang Disekap di Yaman

Syaiful Islam, Jurnalis
Senin 06 Juli 2015 14:51 WIB
Keluarga TKI saat mengadu ke Dinsosnakertras (Foto: Syaiful Islam/Okezone)
Share :

SAMPANG - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Jelgung, Kecamatan Robetal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, disekap di sebuah kamar di Yaman. Saat ini keluarga dari TKI bernama Dewi Wulandari (21) itu mendatangi Pemerintah Kabupaten Sampang.

Hal tersebut dilakukan untuk meminta bantuan pada Pemkab Sampang agar Dewi segera dipulangkan ke kampung halaman. Sebab, keluarga khawatir tehadap keselamatan Dewi atas adanya peristiwa penyekapan itu.

Para keluarga TKI ini ditemui Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono dan staf dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertras) setempat.

"Saya mohon pak, bantuannya agar anak saya (Dewi) cepat pulang ke Madura, dan bisa berada di pangkuan saya," terang Jumani, orangtua Dewi, sambil menangis, Senin (6/7/2015).

Jumani mengungkapkan, dia mengetahui putri kesayangannya itu disekap karena menelefon pihak keluarga yang ada di Indonesia. Saat itu Dewi menceritakan dianiaya dan disekap oleh adik iparnya (adik dari suaminya).

"Anak saya disekap dan dianiaya karena menolak diperkosa oleh adik iparnya, sedangkan suaminya tidak ada di rumah tersebut," ucapnya.

Jumani menambahkan, pada 2008, Dewi menjadi TKI di Arab Saudi. Kemudian Dewi menikah dengan warga negara Yaman pada 2010. Lalu, Dewi tinggal bersama keluarga suaminya di sana.

"Saya ingin anakku segera pulang karena khawatir akan keselamatannya," ucap Jumani.

Sementara itu, Kabid Tenaga Kerja Dinsosnakertran Sampang, Bisrul Hafi berjanji, berusaha segera memulangkan Dewi. Pemkab akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI.

"Kami akan segera mengirim surat resmi dan data Dewi yang dibutuhkan, seperti fotokopi paspor ke Bagian Perlindungan Hukum WNI Kemlu, sehingga Dewi bisa segera pulang," Bisrul Hafi.

(Carolina Christina)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya