BONTANG - Para ketua rukun tetangga (RT) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, merasa resah dan terganggu dengan kiriman surat kaleng dari kelompok yang mengatasnamakan LSM Anti-Pembohongan Rakyat, karena isinya menyudutkan kepemimpinan wali kota dan wakil wali kota setempat.
Ketua RT 12 Kelurahan Tanjung Laut, Husnawiah, mengatakan, kiriman surat kaleng dari oknum yang tidak bertanggung jawab itu bisa mengganggu stabilitas dan ketentraman masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2015.
"Surat kaleng ini salah satu upaya dari oknum tertentu untuk merusak dan mengotori keamanan di Bontang jelang pilkada. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi, karena kasihan Pak Wali Kota, difitnah," katanya.
Selama ini, lanjut Husnawiah, kondisi Bontang sangat tenteram dan harmonis, sehingga sangat disayangkan kalau ada pihak yang sengaja ingin memperkeruh suasana kondusif tersebut. Apalagi, isi surat kaleng itu tidak didasari data dan fakta yang jelas.
"Kami para ketua RT berharap keamanan dan keharmonisan warga tetap terjaga serta masyarakat jangan mudah terprovokasi hasutan tersebut," ujarnya.
Ketua RT 4 di Kelurahan Tanjung Laut, Hasniah, mengaku menerima surat kaleng berisi lima lembar beberapa hari lalu.
"Menjelang pilkada seperti ini, ada saja pihak atau oknum yang ingin mengganggu ketentraman dan keamanan Kota Bontang. Tapi, kami yakin masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal semacam itu," ujarnya.
Wali Kota Bontang Adi Darma saat Safari Ramadhan di Masjid Al-Ikhwan, Kelurahan Berbas Tengah, juga telah mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban Kota Bontang menjelang pilkada serentak.
"Saya minta seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan yang sudah terjalin harmonis selama ini," katanya.
(Abu Sahma Pane)