Fadli menyimpulkan, kesalahan tersebut terbilang fatal serta membahayakan negara. Karena jika urusan elementer saja bisa salah, dikhawatirkan kesalahan juga akan tejadi pada urusan yang sifatnya substansial.
"Ini fatal, bayangin ini tejadi di AS, Central Intelligence Agency (CIA), nanti diganti apa gitu," sindirnya.
Sebelumnya, beredar undangan pelantikan yang diterbitkan Sekretariat Negara. Dalam undangan itu terdapat kesalahan dalam menuliskan kepanjangan BIN yang semestinya Badan Intelijen Negara menjadi Badan Intelijen Nasional. (fal)
(Syukri Rahmatullah)