PADA 16 Juli 1979, Saddam Hussein resmi menjadi Presiden Irak periode 1979 hingga 2003. Mantan presiden Irak itu terkenal sebagai diktator yang sangat kejam. Sesuai dengan arti namanya yang dalam bahasa Arab berarti ‘seseorang yang keras kepala dan suka menantang’.
Seperti dilansir BBC, Kamis (16/7/2015), perjalanan karier Saddam Hussein menuju kursi presiden Iran penuh intrik dan kecurangan. Pria yang lahir pada 28 April 1937 di Kota Tikrit itu memulai karier politiknya dengan masuk ke sebuah universitas di Kota Baghdad.
Saddam remaja dikenal sebagai orang yang sangat anti-kehidupan negara Barat. Ketika lulus dari Universitas Baghdad, Saddam bergabung dengan Partai Baath, dan perlahan mulai mendapatkan tempat sebagai ketua partai.
Sebagai ketua Partai Baath, ia memainkan peranan penting dalam kudeta presiden Irak ketika itu yang masih dijabat Abd Ar Rahman Arif. Ketika sepupunya naik menjadi Presiden Iran pada 1968, Saddam Hussein diangkat menjadi wakil presiden.