Obyek wisata ini sendiri baru ditetapkan sebagai cagar budaya di masa orde baru. Berjarak sekitar 30 meter dari telaga, turut ditemukan candi kuno dengan konstruksi batu bata besar.
Kondisinya tidak sempurna. Tidak ada prasasti atau catatan yang menunjukkan kurun waktu. Di muka candi ada sebuah lingga yang merupakan simbol pemujaan dewa siwa.
“Kata petugas balai peninggalan cagar budaya Mojokerto, candi itu dibangun pada masa Kerajaan Majapahit, “ tandas Kusno.
Candi Rambut Monte merupakan tempat peribadatan agama Hindu. Pada hari tertentu, tidak sedikit umat Hindu dari berbagai daerah bersembahyang di sana. Sementara Telaga Rambut Monte riwayatnya adalah sumber mata air , di mana para bangsawan kerajaan dan kaum brahmana biasanya membasuh diri.
(Randy Wirayudha)