BLITAR – Telaga Rambut Monte di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, tak hanya menyimpan keindahan nan asri dan alami. Obyek wisata yang juga cagar alam itu juga menjadi habitat fauna air atau ikan-ikan yang spesiesnya tergolong purba.
Jumlahnya ada lebih dari 100 ekor. Yang paling besar memiliki panjang sekitar 30 centimeter. Warnanya kelabu kecoklatan, bersisik tegas. Kepalanya lebih besar dari badannya dengan di sekitar mulut berhias sulur.
Fisiologinya perpaduan antara lele dan hiu. Warga desa menyebutnya ikan sengkaring. Ada juga yang menamakan ikan dewa. Dulunya ikan langka itu hanya hidup di satu titik mata air yang berupa pemandian kecil.
Sumber air itu masih mengumpul, tidak seluas seperti sekarang. Tangan dan keringat warga desa yang mengubah segalanya. Atas inisiatif almarhum Kepala Desa Suratmin, warga bergotong-royong membersihkan lokasi mata air.
Tanaman liar, potongan ranting dan sampah dedaunan yang bikin kotor disiangi dan dibuang. Mata air diperluas dan secara bertahap menjadi sebuah telaga.