WASHINGTON - Sebuah laporan yang dikeluarkan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), Jumat 24 Juli 2015 mengatakan, beberapa pejabat Amerika Serikat (AS) berharap pembebasan mata-mata Israel, Jonathan Pollard, akan memperbaiki hubungan AS-Israel.
Namun, para pejabat AS menyangkal berita WSJ yang mengatakan pemerintahan Obama sedang bersiap membebaskan mata-mata Israel Jonathan Pollard lebih awal untuk membantu meredakan ketegangan AS-Israel.
"Tidak ada keterkaitan antara status Jonathan Pollard dan pertimbangan kebijakan luar negeri Amerika," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Alistair Baskey.
Dia menambahkan bahwa status hukuman Pollard akan ditentukan menurut "prosedur standar" hukum Amerika. Pollard telah menjalani hampir 30 tahun hukuman penjara atas tuduhan melakukan mata-mata untuk Israel dan pembebasan bersyaratnya dijadwalkan jatuh pada bulan November mendatang.
WSJ menerbitkan laporannya Jumat lalu dengan mengutip pernyataan sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya. Beberapa pejabat tersebut mengatakan bahwa pembebasan Pollard akan memperbaiki hubungan dengan Israel menyusul kesepakatan nuklir Iran.