Laporan WSJ juga mengatakan, beberapa pejabat pemerintah AS mendesak agar pembebasan Pollard dilakukan dalam beberapa minggu ini, sementara pejabat lainnya mengatakan pembebasan itu tidak akan terjadi sampai tiba saatnya jadwal pembebasan bersyarat bagi Pollard.
"Jonathan Pollard harus menjalani hukuman penuh untuk kejahatan berat yang telah dilakukannya," tegas pihak Departemen Kehakiman AS dalam sebuah pernyataan.
Pollard, seorang warga etnis Yahudi Amerika, ditangkap atas tuduhan melakukan mata-mata untuk Israel pada tahun 1985 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Pollard bekerja sebagai analis sipil untuk Angkatan Laut AS pada saat ditangkap, dan ia kemudian mengaku bersalah telah membocorkan ribuan dokumen rahasia kepada Israel.
Pollard mendapat kewarganegaraan Israel ketika menjalani hukuman penjara, dan kasusnya telah lama menjadi penyebab ketegangan hubungan AS-Israel. Pollard yang kini berusia 60 tahun dilaporkan dalam kondisi kesehatan yang buruk di sebuah penjara di negara bagian North Carolina.
Hubungan antara Amerika dan Israel semakin tegang dalam beberapa tahun terakhir. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyuarakan penentangannya yang kuat atas dicapainya kesepakatan nuklir bulan ini antara Iran dengan enam negara kuat dunia, termasuk Amerika Serikat.